Presiden FIFA Sepp Blatter menyampaikan bela
sungkawa atas tewasnya puluhan suporter akibat kerusuhan dalam
pertandingan Liga Premier Mesir antara Al-Masry dan Al-Ahly pada Rabu
(1/2/2012) waktu setempat.
"Saya sangat terkejut dan sedih pagi
ini bahwa banyak suporter sepak bola tewas atau luka-luka dalam sebuah
pertandingan di Port Said, Mesir," ungkap Blatter.
Seperti yang
diberitakan, kerusuhan pecah setelah Al-Masry memenangkan pertandingan
dengan skor 3-1. Ribuan pendukung Al-Masry menyerbu lapangan dan
mengejar pemain dan staf Al-Ahly. Mereka juga mengejar pendukung Ahly
dan melakukan pembakaran.
Para pemain Ahly yang panik mengklaim
tidak mendapatkan perlindungan dari pihak keamanan. Mereka memilih
berlindung di dalam ruang studio televisi dan kemudian menghubungi
pihak keamanan untuk meminta pertolongan.
Dilansir dari Sport 360,
korban tewas akibat kerusuhan ini telah mencapai 74 orang (dari
laporan sebelumnya 73 orang) dan 146 orang mengalami luka-luka.
Kerusuhan ini diduga karena adanya aksi provokasi dari simpatisan mantan
Presiden Mesir Hosni Mubarak.
"Peristiwa kali ini tercatat
sebagai masa kelam di dunia sepak bola. Bagaikan bencana yang tak
terbayangkan dan seharusnya tidak terjadi," ungkap Blatter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar